Advertisement
Pelajar Sragen Tewas Seusai Latihan Silat, Keluarga Menolak Autopsi
Foto ilustrasi penemuan mayat - jenazah. / Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT
Advertisement
Harianjogja.com, SRAGEN—Keluarga Fahrico Putra Ruci Pamungkas, pelajar SMK di Sragen yang meninggal dunia seusia latihan silat, tak ingin jenazah remaja itu diautopsi. Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas dan menerima dengan meninggalnya Rico.
Pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman terhadap kasus meninggalnya Rico setelah mengikuti latihan silat. Dilansir Espos, Ayah Rico, Jumadi menyatakan sangat merasa kehilangan anak laki-lakinya. Dia menambahkan istrinya pun tak kuat dengan musibah yang menimpa anak mereka sehingga tidak sanggup menemaninya di RS.
Advertisement
Kendati demikian, Jumadi mengungkapkan tidak ingin jenazah anaknya diautopsi. Dia mencukupkan perkara tersebut selesai.
"Kami sekeluarga sudah ikhlas lahir dan batin. Kalau ada kesalahan yang dilakukan anak saya, maka saya memohonkan maaf kepada semua dan minta doanya. Selesai sampai di sini. Saya sudah mengonfirmasi semua pihak," ujar Jumadi di RSU Islam Yakssi Gemolong, Sragen, Selasa (7/10/2025).
BACA JUGA
Dia menginginkan jenazah anaknya segera dimakamkan. Pada Selasa sekitar pukul 10.30 WIB, jenazah diantar ke rumah duka dengan menggunakan ambulans RSU Islam Yakssi Sragen.
Sebelumnya, seorang pelajar SMK swasta di Sragen, Fahrico Putra Ruci Pamungkas, meninggal dunia di RSU Islam Yakssi Gemolong, Sragen, setelah mengikuti latihan pencak silat di kampungnya di wilayah Kalijambe Sragen, Senin (6/10/2025) malam. Remaja pria itu sempat dibawa ke klinik terdekat sebelum dibawa ke rumah sakit (RS). Rico merupakan pelajar Kelas X SMK swasta di Gemolong, Sragen.
Menurut Jumadi, putra sulungnya pamit untuk latihan pencak silat pada Senin malan sekitar pukul 20.00 WIB. Jumadi menyebut lokasi latihan di kebun kosong yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya. Malam itu, Jumadi ikut kegiatan rutin lingkungan Rukun Tetangga (RT) atau arisan RT.
"Sekitar pukul 21.30 WIB, saya dihubungi kalau anak saya sakit saat latihan. Saya kira hanya masuk angin biasa. Anak saya dibawa ke klinik dan kemudian dibawa ke RS. Nah, saat di RSU Islam Yakssi, anak saya menghembukan napas terakhir. Anak saya meninggal diperkirakan pukul 22.00 WIB," ujar Jumadi.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Kalijambe Sragen Iptu Joko Margo Utomo saat ditemui Espos di RSU Islam Yakssi Sragen, Selasa, mengungkapkan kejadian meninggalnya Rico dilaporkan warga ke Polsek Kalijambe pada Selasa, pukul 00.30 WIB.
Ia mengatakan perkara itu masih dalam pendalaman aparat Polsek Kalijambe dan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen.
"Kami langsung menindaklanjuti laporan warga. Indikasi awal memang korban mengikuti latihan pencak silat bersama keempat temannya. Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan enam orang saksi, termasuk pelatih. Untuk hasil pemeriksaan masih dalam penyelidikan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Badai Salju New York Lumpuhkan Aktivitas, Status Darurat Ditetapkan
Advertisement
WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
Advertisement
Berita Populer
- Delapan Warga Banyumeneng GK Tersengat Tawon Gung, Satu Dirawat di RS
- Bahayakan Nyawa, Warga Dilarang Ngabuburit di Area Proyek Tol di Mlati
- Masjid Saka Tunggal, Jejak Arsitektur Unik Warisan Sri Sultan HB IX
- Produksi Buah Gunungkidul, Ini Lima Komoditas yang Jadi Unggulan
- Sidang Hibah Pariwisata Sleman, Ini Keterangan Saksi Ahli
Advertisement
Advertisement






