Advertisement

MBG Ramadan di Pati Diawasi Ketat, Cegah Keracunan

Newswire
Kamis, 19 Februari 2026 - 22:17 WIB
Sunartono
MBG Ramadan di Pati Diawasi Ketat, Cegah Keracunan Foto ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis, dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI).

Advertisement

Harianjogja.com, PATI—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Ramadan di Kabupaten Pati mendapat pengawasan ketat dari Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Seluruh mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diminta memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada siswa tetap terjaga selama bulan puasa.

Pengawasan difokuskan pada distribusi paket makanan kering yang diberikan kepada para penerima manfaat selama Ramadan. Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa ketelitian terhadap masa kedaluwarsa dan sistem penyimpanan menjadi aspek krusial agar tidak memicu gangguan kesehatan.

Advertisement

"Karena selama puasa yang diberikan berupa makanan kering, sehingga seluruh pengelola dan mitra agar lebih teliti dalam memastikan masa kedaluwarsa produk makanan kering serta menjaga kualitas penyimpanan sebelum didistribusikan," kata Chandra saat menghadiri pertemuan pembinaan bagi ahli gizi dan mitra SPPG di Pati, Kamis.

Ia menjelaskan, selama Ramadhan, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Ramadhan di Kabupaten Pati memang disesuaikan dengan kondisi puasa, yakni melalui pembagian paket makanan kering kepada siswa. Oleh karena itu, sistem pengawasan harus berjalan lebih disiplin, mulai dari proses pengemasan hingga distribusi.

Menurutnya, kegiatan pembinaan tersebut digelar sebagai langkah memperkuat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan program. Selain itu, forum tersebut juga bertujuan meningkatkan kualitas layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Chandra menegaskan pembinaan penting untuk memastikan seluruh tahapan program berjalan sesuai prosedur, baik dari sisi keamanan pangan, kualitas menu, maupun proses penyajian serta distribusi.

Ia juga menyinggung peristiwa keracunan yang sempat terjadi pada Kamis (12/2/2026) di salah satu SMK negeri dengan jumlah terdampak sekitar 26 orang. Kejadian tersebut, kata dia, harus menjadi perhatian serius sekaligus bahan evaluasi bersama agar kasus serupa tidak terulang.

Chandra menekankan pentingnya menjaga reputasi pelaksanaan MBG di lapangan. Setiap tahapan harus diperhatikan secara saksama demi menjamin keamanan dan kualitas makanan yang dikonsumsi siswa.

"SPPG harus benar-benar dijaga pelaksanaannya. Jangan sampai program ini tercoreng oleh hal-hal yang tidak baik. Selain itu, proses penyajian juga harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh agar kualitas dan keamanan makanan tetap terjamin," ujarnya.

Pertemuan pembinaan itu juga menjadi sarana penguatan kapasitas bagi para ahli gizi dan mitra SPPG. Materi yang dibahas mencakup perencanaan menu, proses pengolahan, teknik pengemasan, distribusi, hingga monitoring konsumsi secara berkala untuk memastikan manfaat program terserap optimal.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan evaluasi bersama seluruh peserta. Melalui forum tersebut, pemerintah daerah mendorong komitmen kolektif untuk meningkatkan mutu layanan pemenuhan gizi yang aman, sehat, dan tepat sasaran dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Ramadhan di Kabupaten Pati, seiring upaya menjaga standar keamanan pangan di lingkungan sekolah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Diduga Jadi Gembong Narkoba, Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Ditahan

Diduga Jadi Gembong Narkoba, Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Ditahan

News
| Kamis, 19 Februari 2026, 23:27 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement