Advertisement
Bupati Magelang Rotasi 14 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
Pengambilan sumpah jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang di Pendopo drh. Soepardi, kompleks Setda Kabupaten Magelang, Rabu (18/2/2026). - Ist/Dok Prokompim Pemkab Magelang
Advertisement
Harianjogja.com, MAGELANG—Sehari menjelang bulan suci Ramadan, Grengseng Pamuji melakukan rotasi jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan digelar di Pendopo drh. Soepardi, kompleks Setda Kabupaten Magelang, Rabu (18/2/2026) sore.
Rotasi jabatan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah untuk memperkuat tata kelola birokrasi berbasis kompetensi dan sistem merit, sekaligus mendorong percepatan transformasi kinerja aparatur sipil negara.
Advertisement
Pelantikan ditetapkan melalui Keputusan Bupati Magelang Nomor 180.182/12/22/2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan pimpinan tinggi pratama. Kebijakan tersebut merujuk pada hasil akhir uji kompetensi sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Nomor 070/Uji Kom-PPTP/MGL/10/2025 tertanggal 5 Oktober 2025, serta rekomendasi Badan Kepegawaian Negara melalui Surat Nomor 10082/R-AK.02.03/SD/F/2026 tanggal 13 Februari 2026.
Dalam keputusan tersebut, sejumlah pejabat diberhentikan dengan hormat dari jabatan sebelumnya disertai ucapan terima kasih atas pengabdian mereka, sekaligus dilakukan pengangkatan pejabat baru sesuai hasil uji kompetensi. Keputusan berlaku sejak tanggal pelantikan dan akan dilakukan perbaikan apabila di kemudian hari ditemukan kekeliruan administratif.
BACA JUGA
Adapun pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik, yakni:
Slamet Ahmad Husen, S.E., M.M. sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan
Drs. Wisnu Argo Budiono, M.M. sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Bella Pinarsi, S.H., M.M. sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
Sarifudin, S.H. sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Penanggulangan Kebakaran
Edi Wasono, S.H. sebagai Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah
Aziz Amin Mujahidin, S.Pd., M.Pd. sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Iwan Sutiarso, S.Sos., M.Si. sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika
M. Taufik, S.H., M.H. sebagai Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Nanda Cahyadi Pribadi, AP., M.Si. sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah
Labaika Nugroho, S.STP., M.M. sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
Budi Daryanto, S.STP., M.Si. sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Gunawan Yudi Nugroho, S.STP., M.M. sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
M. Taufik Hidayat Yahya, S.STP., M.Si. sebagai Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
Bambang Hermanto, S.STP., M.Si. sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Dalam sambutannya, Grengseng Pamuji menegaskan mutasi jabatan bukan sekadar rotasi administratif, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kinerja pemerintahan daerah. Ia menekankan pentingnya kompetensi dan sistem merit dalam setiap penempatan jabatan.
“Penempatan jabatan hari ini kami upayakan berlandaskan kompetensi dan meritokrasi. Potensi menjadi prioritas dalam menentukan posisi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang,” ujarnya.
Menurut Grengseng, proses penataan jabatan telah melalui asesmen serta pertimbangan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Hasilnya diharapkan mampu mendorong transformasi birokrasi yang lebih adaptif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia juga meminta para pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi di lingkungan kerja masing-masing, mengidentifikasi persoalan di sektor tugasnya, serta menyusun rencana aksi daerah agar program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kunci pemerintahan Kabupaten Magelang ke depan adalah kolaborasi. Tidak ada OPD yang paling unggul. Semua target hanya bisa dicapai jika seluruh komponen bekerja bersama,” pungkasnya.
Grengseng menambahkan, kinerja birokrasi harus berbasis data yang akurat agar capaian pembangunan dapat terukur secara nyata. Masyarakat, kata dia, kini menunggu dampak langsung dari program pemerintah, bukan sekadar capaian administratif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Eks Kapolres Bima Kota Dipecat usai Terbukti Terlibat Kasus Narkoba
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Jogokariyan hingga Kauman Rawan Macet, Ini Antisipasi Dishub Jogja
- Revitalisasi 21 Sekolah di Sleman, Dana Rp10,5 Miliar Dikucurkan
- Libur Imlek, Lalin Tol Jogja-Solo Melonjak 36,5 Persen, Paling Tinggi
- Kisah Heroik Dukuh di Semanu, Meninggal Usai Selamatkan Mahasiswi KKN
- Regrouping SD di Kokap Ditolak, Wali Murid Datangi DPRD Kulonprogo
Advertisement
Advertisement






