Puan Desak Polisi Usut Kericuhan Demo 27 Agustus Diusut, GRIB Disorot
Puan Maharani meminta polisi mengusut tuntas kericuhan demo 27 Agustus 2026 dan kematian warga di Pejompongan.
Foto ilustrasi mendaki gunung, dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, PEMALANG—Seorang pendaki asal Magelang, Syafiq Ridhan Ali Razan, 18, dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Slamet melalui jalur Clekatakan, Kabupaten Pemalang, sejak Minggu (28/12/2025).
Syafiq mendaki bersama rekannya, Himawan Haidar Bahran, pada Sabtu (27/12/2025) dengan rencana pendakian tektok atau tanpa bermalam. Namun, di tengah perjalanan Himawan mengalami cedera kaki sehingga tidak mampu melanjutkan pendakian dan Syafiq turun untuk mencari pertolongan.
Karena keduanya tidak kembali sesuai jadwal, tim relawan gabungan melakukan pencarian. Himawan berhasil ditemukan dan dievakuasi pada Selasa (30/12/2025), sementara Syafiq hingga Rabu siang masih dalam proses pencarian oleh BPBD dan relawan.
Syafiq mendaki Gunung Slamet melalui basecamp Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, bersama seorang rekannya, Himawan Haidar Bahran, pada Sabtu (27/12/2025). Keduanya dijadwalkan turun kembali ke basecamp pada Minggu (28/12/2025).
Namun, di tengah pendakian, Himawan mengalami cedera pada kaki sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan. Syafiq kemudian memutuskan turun untuk mencari bantuan.
Keduanya tidak kembali ke basecamp sesuai waktu yang direncanakan sehingga tim relawan gabungan melakukan pencarian. Himawan berhasil ditemukan dan dievakuasi ke basecamp pada Selasa (30/12/2025). Sementara itu, Syafiq hingga Rabu siang masih belum ditemukan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas C. Pananggungan, membenarkan informasi tersebut. Ia menyatakan pencarian terhadap survivor masih terus dilakukan.
“Belum ada informasi lanjutan,” ujar Bergas, Rabu.
Kepala BPBD Pemalang, Andri Adi, menjelaskan kedua pendaki tersebut berencana melakukan pendakian tektok atau tanpa bermalam. Keduanya dilaporkan hilang karena tidak kembali ke basecamp sesuai jadwal.
“Keduanya merupakan pendaki pemula dan sempat terpisah. Alhamdulillah satu orang sudah ditemukan. Untuk survivor lainnya saat ini masih dilakukan pencarian oleh tim relawan gabungan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan rekan-rekan di basecamp pendakian Gunung Slamet lainnya,” kata Andri.
Hingga kini, proses pencarian masih terus dilanjutkan dengan melibatkan BPBD, relawan, serta komunitas pendaki setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
Puan Maharani meminta polisi mengusut tuntas kericuhan demo 27 Agustus 2026 dan kematian warga di Pejompongan.
Perempuan 64 tahun di Nepal ditemukan selamat setelah 10 hari tertimbun reruntuhan akibat banjir bandang yang menerjang wilayah Rasuwa.
Kemenpar meminta keselamatan penerbangan menjadi prioritas di tengah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dan potensi pembatalan penerbangan.
DPRD Bantul mendorong pemetaan wilayah kekeringan dan pembangunan sumur bor serta jaringan air bersih sebagai solusi permanen.
Kemenhub memastikan refund tiket pesawat 100 persen bagi penumpang terdampak pembatalan penerbangan akibat abu erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sebanyak 153 SPPG beroperasi di Klaten melayani 300.100 penerima MBG. Dua dapur disuspend imbas dugaan keracunan siswa.