Advertisement

Kemenkop-KSP Nasari Dampingi KDKMP Lewat Collab Coop dan Digitalisasi

Newswire
Kamis, 12 Februari 2026 - 23:57 WIB
Abdul Hamied Razak
Kemenkop-KSP Nasari Dampingi KDKMP Lewat Collab Coop dan Digitalisasi Kegiatan Seminar dan Strategic Business Matching bertajuk Empowering Cooperatives through Financial Accountability, Rabu (11/2 - 2026).

Advertisement

Harianjogja.com, SEMARANG – Dalam upaya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi, Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah menggelar Seminar dan Strategic Business Matching bertajuk Empowering Cooperatives through Financial Accountability, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini digelar untuk mempercepat kemandirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui kolaborasi, permodalan, dan layanan keuangan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng, Eddy Sulistyo Bramiyanto, berharap business matching ini dapat membangun ekosistem bisnis berkelanjutan bagi KDKMP sehingga koperasi desa mampu tumbuh ulet dan mandiri.

Advertisement

Dalam kesempatan tersebut, 10 koperasi mapan yang menjadi Kakak Asuh bagi KDKMP diundang untuk berbagi pengalaman. Eddy Bramiyanto memberikan apresiasi khusus kepada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari yang sejak November 2025 telah mendampingi KDKMP di delapan kota/kabupaten dengan modal awal Rp25 juta untuk gerai sembako.

“Selain menyediakan modal awal, KSP Nasari aktif memberikan training dan bimbingan teknis kepada KDKMP, termasuk asistensi langsung serta pelatihan tata kelola dan manajemen koperasi bagi pengurus, pengawas, dan pengelola,” kata Bramiyanto.

Ketua KSP Nasari, Frans Meroga Panggabean, menegaskan komitmen koperasi untuk menjadi Kakak Asuh KDKMP. Program Collab Coop dirancang untuk membantu KDKMP mencetak Sisa Hasil Usaha (SHU) dengan menjadi supplier dapur MBG, didukung akses permodalan dan Solusi Channeling untuk menutup biaya rutin seperti gaji pengurus, listrik, PDAM, internet, dan kebutuhan operasional lain.

Frans menambahkan, KSP Nasari juga mendukung digitalisasi koperasi melalui aplikasi mobile berbasis Nasari Digital (NADI). Aplikasi ini memudahkan anggota KDKMP memasarkan produk lokal, membangun ekosistem desa yang saling menguntungkan, serta memperkuat jejaring antar-koperasi.

Asisten Deputi Pembiayaan Kemenkop, Niken Wulandari, mengungkapkan bahwa sebanyak 1.000 KDKMP telah menuntaskan pembangunan fisik gerai dan gudang. Sedangkan 29.000 KDKMP lainnya masih dalam proses pembangunan, dengan target minimal 30.000 KDKMP rampung pada Maret 2026.

Meski pembangunan fisik terus dikejar, percepatan operasionalisasi masih menjadi tantangan. Sebagian besar KDKMP baru terbentuk kepengurusan dan belum berjalan penuh secara operasional. Dalam konteks ini, pendampingan dan digitalisasi menjadi kunci agar koperasi dapat berfungsi optimal.

Menuju Ekosistem Koperasi Desa yang Mandiri

Kolaborasi antara Kemenkop, Dinas Koperasi UKM Jateng, dan KSP Nasari diharapkan memperkuat ekosistem koperasi di desa, membuka akses permodalan, memperluas jaringan pemasaran, serta mendorong inovasi produk. Dukungan digital melalui aplikasi mobile juga memungkinkan anggota KDKMP memasarkan produk unggulan secara efisien dan terintegrasi.

Frans Meroga menutup pemaparannya, “Dengan kolaborasi ini, seluruh masyarakat desa dapat saling membeli produk lokal, menciptakan ekosistem usaha yang saling menguntungkan, dan memperkuat kemandirian Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Jawa Tengah.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Pesta Retail 2026 di Prambanan Tegaskan Peran UMKM dan Toko Kelontong

Pesta Retail 2026 di Prambanan Tegaskan Peran UMKM dan Toko Kelontong

News
| Kamis, 12 Februari 2026, 22:02 WIB

Advertisement

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Wisata
| Rabu, 11 Februari 2026, 21:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement