Dua SPPG di Klaten Disuspend Akibat Kasus Keracunan MBG
Sebanyak 153 SPPG beroperasi di Klaten melayani 300.100 penerima MBG. Dua dapur disuspend imbas dugaan keracunan siswa.
Angin kencang Klaten Rabu sore merusak rumah dan kios, 3 orang luka ringan, 20 motor terdampak parkiran roboh di Prambanan. /Espos.
Harianjogja.com, KLATEN—Hujan lebat disertai angin kencang Klaten kembali menerjang wilayah Kabupaten Klaten, Rabu (18/2/2026) sore. Peristiwa cuaca ekstrem ini mengakibatkan tiga orang mengalami luka ringan serta merusak sejumlah rumah dan bangunan di dua kecamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten mencatat kejadian berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB dan berdampak di Kecamatan Prambanan serta Kecamatan Delanggu. Di Desa Segaran, Kecamatan Delanggu, satu rumah mengalami rusak sedang dan tujuh rumah rusak ringan akibat angin kencang Klaten tersebut.
Sementara itu, di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, tiga kios dilaporkan rusak dan satu bangunan tempat parkir roboh diterjang angin. Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Syahruna, mengungkapkan dari bangunan parkiran yang roboh tersebut terdapat 20 kendaraan mengalami kerusakan. “Saat ini sedang dilakukan assessment dan penanganan,” kata Syahruna kepada Espos, Rabu.
Selain kerusakan material, angin kencang Klaten juga menyebabkan tiga warga Desa Kemudo mengalami luka ringan. Syahruna menjelaskan para korban telah mendapatkan pertolongan dari Puskesmas setempat.
Penanganan bangunan parkir yang roboh dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, Damkar, TRC Kecamatan Prambanan, PMI, serta relawan. Camat Prambanan, Rasidi, menyebutkan area parkir di Kemudo yang ambruk berukuran sekitar 10 meter x 10 meter.
“Ada 20 sepeda motor terdampak di bawah parkiran dan sudah diamankan. Kalau untuk korban terluka ada tiga orang sudah ditangani dari Puskesmas. Luka ringan pada kaki dan tangan. Saat kejadian sedang berada di bawah parkiran, ketika ada puting beliung kemudian lari dan terdampak,” kata Rasidi kepada wartawan di Desa Kemudo.
Salah satu korban, Adrianus, menceritakan detik-detik angin kencang Klaten menerjang lokasi kejadian. Ia mengaku cuaca mendadak berubah drastis sebelum angin bertiup kencang.
“Saya lari kemudian kena seng yang terbang. Untung kena sandal dulu, baru kena kaki. Anginnya kencang. Tadi saat saya lari hampir ikut terbang juga,” ungkap Adri.
Sehari sebelumnya, hujan lebat disertai angin kencang Klaten juga melanda Kecamatan Bayat pada Selasa (17/2/2026) sore. Akibat kejadian tersebut, puluhan bangunan mengalami kerusakan pada bagian atap dengan genting beterbangan, tertimpa pohon, hingga tertimpa material bangunan yang diterbangkan angin. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa di Bayat tersebut, meski kerusakan bangunan cukup tersebar di sejumlah titik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 153 SPPG beroperasi di Klaten melayani 300.100 penerima MBG. Dua dapur disuspend imbas dugaan keracunan siswa.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.
Prakiraan cuaca DIY Senin, 28 September 2026: suhu maksimum 33°C, udara kabur di Kota Jogja, Bantul, dan Kulonprogo. Cek rinciannya.
Cek jadwal SIM Keliling Jogja Senin 28 September 2026, lokasi layanan, jam operasional, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Cek jadwal SIM Sleman Senin 28 September 2026, lokasi pelayanan, jam buka, jenis layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.