Advertisement
Respons Polemik, Anggaran Masjid Manahan Diturunkan Jadi Rp1,2 Miliar
Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah. / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO—Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melakukan penyesuaian anggaran pembangunan Masjid Manahan menyusul polemik yang berkembang di tengah masyarakat. Anggaran yang semula disebut mencapai sekitar Rp2,8 miliar kini dibatasi maksimal Rp1,2 miliar, seiring penataan ulang prioritas fasilitas di kawasan olahraga Manahan.
Penyesuaian tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Solo, Sugeng Riyanto, usai rapat kerja dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Solo. Ia menyebut keputusan itu merupakan arahan langsung Wali Kota Solo setelah muncul respons publik terhadap rencana pembangunan masjid di kawasan Stadion Manahan.
Advertisement
“Dalam rapat kerja kami dengan Dispora Solo, disampaikan bahwa Mas Wali Kota sudah memberi arahan. Nilai pembangunan masjid bukan Rp2,8 miliar seperti yang ramai dibicarakan, tetapi paling besar Rp1,2 miliar,” ujar Sugeng saat ditemui di kantornya, Selasa (3/2/2026).
Sugeng menjelaskan, pembangunan Masjid Manahan dirancang terintegrasi dengan fasilitas pendukung Stadion Manahan dan GOR Indoor Manahan. Fasilitas tersebut mencakup ruang ganti, loker penyimpanan barang, serta kamar mandi yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh pengunjung kawasan olahraga.
BACA JUGA
“Artinya, dari rencana awal Rp2,8 miliar, sebagian besar anggaran dialihkan untuk fasilitas umum seperti ruang ganti, loker, dan kamar mandi. Masjidnya maksimal Rp1,2 miliar,” jelasnya.
Menurut Sugeng, langkah Pemkot Solo ini merupakan bentuk respons terhadap masukan masyarakat, terutama warganet, yang mempertanyakan besaran anggaran pembangunan masjid jika seluruhnya dibebankan pada APBD.
“Respons netizen sudah ditindaklanjuti oleh Mas Wali Kota dengan mengarahkan dinas agar menurunkan anggaran masjid dan memaksimalkan fasilitas umum,” katanya.
Ia menambahkan, secara historis keberadaan masjid di kawasan Manahan bukan hal baru. Sebelum pembangunan GOR Indoor Manahan, di lokasi tersebut memang pernah berdiri masjid yang kemudian hilang seiring pengembangan kawasan olahraga.
“Dulu sebelum ada GOR Indoor Manahan, di lokasi itu memang masjid. Saat GOR dibangun, sudah ada visi bahwa nantinya masjid akan dibangun kembali. Sekarang ini realisasinya,” tutur Sugeng.
Terkait lokasi, Masjid Manahan direncanakan dibangun di sekitar musala yang berada di dekat Kantor Dispora Solo. Lokasi tersebut dinilai strategis karena mudah dijangkau pengguna GOR, stadion, maupun masyarakat yang berolahraga di kawasan Manahan.
“Persisnya di mana saya belum tahu detailnya, tetapi di sekitar musala Dispora. Aksesnya mudah bagi pengguna fasilitas olahraga,” ujarnya.
Mengenai desain dan kapasitas masjid, Sugeng mengaku belum memperoleh informasi teknis secara rinci. Kendati demikian, ia menilai kebijakan penyesuaian anggaran yang diambil Pemkot Solo sudah cukup bijak dan akomodatif terhadap dinamika yang berkembang di masyarakat.
“Saya kira langkah Mas Wali Kota sudah tepat dan bijak dalam merespons dinamika masyarakat,” tegasnya.
Sebelumnya, rencana pembangunan Masjid Manahan yang menggunakan APBD Solo 2026 dengan anggaran sekitar Rp2,8 miliar sempat menuai pro dan kontra. Rencana awal tersebut mencakup pembangunan masjid beserta fasilitas pendukung, seperti ruang ganti, kamar mandi, dan loker penyimpanan barang di kawasan olahraga Manahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Espos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Skandal Suap Elite Hukum Tiongkok, Eks Menteri Dihukum Seumur Hidup
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



