Advertisement

BMKG Catat Dampak Siklon Luana, Angin Kencang Ancam Jateng Selatan

Newswire
Sabtu, 24 Januari 2026 - 13:47 WIB
Maya Herawati
BMKG Catat Dampak Siklon Luana, Angin Kencang Ancam Jateng Selatan Foto ilustrasi angin kencang dampak siklon tropis. Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence Freepik.

Advertisement

Harianjogja.com, SEMARANG—Dinamika atmosfer di selatan Jawa Tengah mengalami peningkatan risiko cuaca ekstrem pada Sabtu (24/1/2026), menyusul dampak tidak langsung Siklon Tropis Luana yang memicu potensi angin kencang di wilayah pesisir hingga daratan selatan provinsi tersebut.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, pengaruh Siklon Tropis Luana yang berada di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan percepatan angin permukaan di selatan Pulau Jawa, termasuk Kabupaten Cilacap dan wilayah sekitarnya. Kondisi ini diperkirakan berlangsung sejak pagi hingga malam hari.

Advertisement

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo menjelaskan, dampak tidak langsung siklon tersebut berpotensi memicu hembusan angin kencang secara merata di Jawa Tengah bagian selatan.

“Dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Luana berpotensi memicu angin kencang yang dapat terjadi sejak pagi hingga malam hari di wilayah Jawa Tengah bagian selatan,” katanya, Sabtu.

Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, kecepatan maksimum angin permukaan di Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap tercatat mencapai 30 knot. Sementara itu, Pos Pengamatan Cuaca Bandara Tunggul Wulung Cilacap mencatat hembusan angin hingga 32 knot, yang menunjukkan peningkatan signifikan dibanding kondisi normal.

Lebih lanjut, Teguh Wardoyo menyampaikan Siklon Tropis Luana memiliki tekanan udara minimum sekitar 993 hPa dengan kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai 40 knot, sehingga masuk dalam kategori siklon tropis tingkat satu.

“Meskipun bergerak menjauhi Indonesia menuju Australia, sistem tersebut masih memberikan pengaruh terhadap dinamika atmosfer di wilayah Indonesia bagian selatan,” katanya.

Menurut BMKG, peningkatan kecepatan angin dipicu oleh perbedaan tekanan udara antara belahan bumi utara yang didominasi tekanan tinggi dan belahan bumi selatan yang saat ini mengalami tekanan rendah akibat keberadaan siklon tropis. Kondisi tersebut mendorong aliran angin dari utara ke selatan dengan kecepatan relatif tinggi.

Menimbang potensi risiko yang menyertainya, BMKG mengimbau masyarakat di Jawa Tengah bagian selatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak angin kencang, termasuk kemungkinan pohon tumbang, tiang listrik roboh, kerusakan bangunan, hingga papan reklame rapuh, sembari terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi dari BMKG sebagai rujukan keselamatan aktivitas harian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Bulog Bakal Pakai Beras Premium untuk MBG dan Batalion TNI

Bulog Bakal Pakai Beras Premium untuk MBG dan Batalion TNI

News
| Sabtu, 24 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Wisata
| Sabtu, 24 Januari 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement